Jumat, 02 Februari 2018

Legenda Kelinci Bulan


Moshi~Moshi Readersdeul haha 

Siapa yang kemarin udah liat Super Blue Blood Moon? Atau ada yang ga bisa liat, karena langitnya 'au ah gelap'? Ck, buat yang ga bisa liat, kita senasib T.T

Oke, meskipun bukan tentang Blue Blood Moon, postingan ini emang ngikutin apa yang sedang heboh baru baru ini. (Baca : Fenomena alam langka 31 Januari '18 "Super Blue Blood Moon"). Karena kecewa ga bisa liat Blue Blood Moon, saya pun nyari-nyari info tentang Blue Blood Moon ke berbagai sumber sampe ketemu sama tulisan tentang Legenda Kelinci Bulan di salah satu akun sosial media khusus info astronomi. So, saya jadi dapet ide buat nulis informasi yang satu ini. Yaa itung-itung jadi obat (bagi saya sendiri xD) karena gabisa ngeliat Blue Blood Moon :D *nyengirkuda*

***

Sebelum mengetahui gimana Legenda Kelinci Bulan, ada satu hal yang menarik. Coba perhatikan gambar berikut :
 Sumber  : berita.bhagavant.com
Sumber : vjiic.com
*Gambar yang bener sebelah kiri yaa, yang kanan hanya ilustrasi*

Menurut reader's, apakah ada bentuk yang menyerupai kelinci di Bulan? atau cuma kebetulan? Ataunya lagi gambar diatas cuma hoax?

Kalau dari penjelasan dalam salah satu artikel terdapat penjelasan secara ilmiah. Dalam artikel beritabhagavant.com dijelaskan, bahwa menurut sains, mare (jamak: maria) yang menyerupai gambar kelinci tersebut dibentuk oleh pembekuan banjir magma dari proses erupsi vulkanis (gunung berapi) purba di Bulan beberapa miliar tahun yang lalu. 

Humm.. gimana? Entahlah yaa hehe
Sepertinya langsung ke legendanya aja yah pemirsa wkwkw. Cekidot!

***

Legenda Kelinci Bulan

Sumber : endpermian.com

Legenda ini sebenarnya udah ga asing lagi nih guys. Dalam serial Doraemon, waktu kita masih kecil dulu udah ada lo episode tentang kelinci yang menumbuk kue mochi di Bulan. *okeganyambung--"*

Well, setelah membaca informasi-informasi, ternyata ada banyak negara yang memiliki Legenda Kelinci Bulan. Legenda ini punya versi yang berbeda-beda di tiap negara. Negara yang paling santer memiliki cerita legenda ini adalah tiga negara raksasanya asia timur yaitu Jepang, Cina dan Korea.

1. Legenda Kelinci Bulan di Jepang
Sumber : hwww.56iv.com

Siapa yang suka kue Mochi? ^^ Kau orang yang gemar kue Mochi musti tau legenda yang satu ini.

Jadi, orang-orang Jepang menyebut legenda ini dengan nama 'Tsuki no Usagi' yang artinya Kelinci Bulan. Cerita legendanya sendiri mengisahkan tentang seekor kelinci bersama dua temannya yaitu rubah dan monyet yang tinggal di dalam hutan. Dari langit, ada seorang Dewa penjaga bulan yang mengamati mereka. Dewa ingin tahu siapa diantara kelinci, rubah dan monyet yang paling baik hati. Pada suatu hari, Dewa Penjaga Bulan pun mendatangi kelinci, rubah dan monyet dengan menyamar sebagai pengemis. Dewa yang menyamar sebagai pengemis itu meminta tolong kepada kelinci dkk agar diberi makan karena sangat kelaparan dan belum makan selama berhari-hari. Melihat pengemis tersebut, kelinci dkk merasa iba dan sepakat sama-sama mencarikan makanan untuk sang pengemis.

Saat kembali dari kegiatan mencari makanan, monyet membawakan banyak buah dan rubah membawa seekor ikan besar. Sementara kelinci tidak dapat menemukan apapun karena posturnya yang pendek untuk sebuah ranting yang tinggi, dan kelinci pun tidak cakap dalam menangkap ikan di sungai.
Sumber : Dreamstime.com
Kelinci pun meminta tolong kepada rubah dan monyet untuk mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api. Ketika api sudah menyala terang, kelinci berkata kepada si pengemis, "aku tidak bisa memberimu apa-apa. Tapi aku tidak akan membiarkanmu kelaparan. Aku akan masuk ke dalam api itu, setelah matang, kamu bisa makan dagingku agar kamu tidak kelaparan lagi." Seketika itu juga, kelinci melompat ke dalam api.

Namun dalam sekejap sang Dewa menyelamatkan kelinci dan menampakkan wujud aslinya. Sang Dewa berkata kalau kelinci tidak perlu membakar dirinya sendiri. Dewa pun mengaku kalau dia sebenarnya adalah Dewa Penjaga Bulan. Karena terharu dengan niat baik kelinci, maka Dewa pun mengajak kelinci untuk tinggal di Bulan.

Sumber : www.sogoodblog.com
*Mochiii~ >.< <3 <3 <3*
Sejak saat itulah kelinci tinggal bersama Dewa. Kelinci melayani sang Dewa dan mengawasi Bumi dari Bulan. Bila rubah dan monyet merindukan sahabatnya, mereka memandang Bulan di langit untuk melihatnya. Dan bila purnama tiba akan terlihat si kelinci yang sedang membuatkan mochi untuk sang Dewa.

Gimana readers? terharu ga sama kisahnya? *elapingus*
Sumber : Popkey.co
Pada tahu anime Sailor Moon? saya kutip dari sumber scdc.binus.ac.id, ternyata anime legendaris ini juga mengambil sedikit inspirasi dari Legenda Kelinci Bulan. Karakter utama Sailor Moon yang bernama Usagi Tsukino, memiliki penulisan nama kanji yang dapat diartikan sebagai bulan (月, tsuki) dan bidang (野, no). Nama depannya, Usagi, adalah bahasa Jepang dari kelinci. Bahkan desain karakternya seperti menyerupai kelinci, dengan rambut kuncir dua yang panjang.

2 Legenda Kelinci Bulan di Cina
Sumber : Aliexpress.com

Di Cina, kelinci bulan biasanya disebut 'Yue Tu' yang berarti "kelinci bulan". Selain itu, kelinci bulan juga disebut 'yu tu' atau "Jade Kelinci", dan kadang-kadang disebut sebagai Kakek Kelinci, Kelinci Gentleman, Tuhan Kelinci, dan Kelinci Emas. Konon katanya, si kelinci tinggal di bulan bersama katak. Mereka dapat dilihat setiap tahun pada saat bulan berpenampilan penuh , ketika Mid-Autumn Day atau tanggal 15 bulan ke delapan penanggalan imlek.

Kalau sebelumnya kisah di Jepang versinya Dewa, di Cina versi Dewinya nih guys..

Dalam mitologi Cina, Kelinci Bulan mencampur ramuan keabadian. Diceritakan bahwa Kelinci Bulan adalah pendamping dari Chang'e, seorang Dewi yang juga tinggal di Bulan. Chang'e sendiri dalam beberapa cerita, disebut sebagai manusia fana yang berteman dengan beberapa Dewa terbuang. Kemudian ia mengkonsumsi terlalu banyak ramuan keabadian dan melayang ke Bulan. Cerita lain mengatakan ia mengkonsumsi ramuan keabadian untuk mengapung ke Bulan agar dapat melarikan diri dari suaminya.

Waah kisah yang ini sedih yaa~

3. Legenda Kelinci Bulan di Korea
Sumber : dknet730.com

Tidak jauh berbeda dengan di Jepang, Legenda Kelinci Bulan di Korea juga diyakini sebagai kelinci yang sedang menumbuk beras untuk membuat kue beras. Legenda ini dijadikan sebagai hari perayaan tradisi yang bernama "Chuseok". Dalam bahasa korea, Chuseok berarti hari bulan purnama. Chuseok sendiri adalah  festival bulan purnama pada musim gugur yang dirayakan menurut penanggalan Imlek. Tujuan dari Chuseok adalah sebagai rasa syukur atas hasil panen yang subur sehingga harus berterimakasih kepada nenek moyang. Chuseok juga merupakan musim berbagi kepada sesama yang kurang beruntung. Hasil panen baik dari selama musim semi dan musim panas dibagikan dengan sanak saudara, teman dan tetangga.

Sumber : blog.ohmynews.com

Adapun ciri khas dari Chuseok adalah :

Pertama, Chuseok dijadikan sebagai moment untuk berkumpul bersama keluarga. Jadi orang-orang yang biasanya jauh dari rumah karena bekerja, sekolah dan lainnya, wajib pulang ke rumah untuk kumpul keluarga. *kayak yang lebaran atau natalan lah yaa*

Kedua, diadakannya ritual untuk para leluhur. Nama dari ritual ini adalah "Charye". Charye adalah upacara ritual pada awal pagi hari dengan menyajikan buah-buahan dan biji bijian lain yang baru dipanen untuk nenek moyang.

Ketiga, "Eumbok". Orang yang membagi makanan setelah upacara ritual, disebut ‘eumbok’. Dengan membagi makanan maka rasa keterikatan anggota keluarga semakin kuat.

Keempat, membersihkan kuburan. Pada saat akan berziarah, orang-orang akan terlebih dahulu mengunjungi kuburan para leluhur untuk memotong pohon dan rumput. Hal ini dilakukan sebagai persiapan ziarah di hari Chuseok.

Kelima, kunjungan ke kuburan (ziarah) untuk memberikan penghormatan kepada para leluhur.

Terakhir, kegiatan menyambut bulan yaitu berdo'a pada bulan purnama. Memanjat do'a pada bulan purnama di hari Chuseok juga sebagai upaya mengingat anggota keluarga yang sudah meninggal, memupuk keharmonisan di antara anggota keluarga, berterimakasih pada tetangga, dan membagi hasil panen. Selain itu, makna dari berdo'a ini juga sebagai bentuk dari pencerminan diri. Doa itu semacam pembaharuan janji terhadap diri sendiri untuk masa depan atau visi masa depan.

***

Itu dia kisah Legenda Kelinci Bulan dan sedikit tentang sejarah lain dibalik sang legenda. Gimana? Menarik bukan? Yaa walaupun sifatnya cuma mitos. 

Baiklah, saatnya saya cabut! Sampai berjumpa di postingan selanjutnya~

Sumber Referensi : 
berita.bhagavant.com
scdc.binus.ac.id
world.kbs.co.kr/indonesian
www.sejarahdk.com

Sumber Ilustrasi Judul : 
keywordsuggest.org

`Hen Listiya`


4 komentar:

  1. amboi..cikyan tak pernah tahu psl ini...sekadar tahu boleh la kot kan...nak percaya tu...hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cikyaaann :') terimakasih dah singgah di postingan ini ^^

      Iya tuu tak tahulah betul atau tak buat di percaya, tapi sekedar nambah nambah pengetahuan boleh laah haha 😉

      Hapus
  2. Serius baru tau pasal kelinci bulan ni. Thankyou sebab sudi mengoogle dan share di sini. Even tho it just a myth. Tapi, takpe la. As a knowledge apa salahnya ambik tahu kan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikaaa :')

      Iya sama sama yaa.. Terimakasih balik dah sudi mampir ^^

      Hu'um betul tu, meskipun mitos, tapi mitosnya menarik juga hehe :)

      Hapus

 

Hen'soul❄️ Template by Ipietoon Cute Blog Design