Jumat, 05 Januari 2018

[Cerita Lengkap] Anime 'Tonari No Kaibutsu-Kun' Episode 1



"Tonari No Kaibutsu-Kun"

*Postingan ini masih dalam perbaikan. Harap maklum kalau readers ngebacanya bikin ngerutin kening, Ck!
 Bahkan admin ada niat utk tidak meneruskan kelanjutannya, karena ternyata mereview scr per-episode itu #_#:π¶∆®*@€£~&''℅¢™^` banget! -_-"*

***

Episode 1 : 'Duduk di Sebelah Yoshida-kun'

Pada bagian awal cerita dibuka dengan prolog tokoh utama cewek yang ingin menceritakan tentang teman-teman sekolahnya yang berhasil mengubah dirinya. Tokoh utama wanita ini bernama Mizutani Shizuku. Dipanggil Shizuku. Ceritanya Shizuku ini adalah siswi yang pinter, suka belajar sampai-sampai sering ga pernah mikirin orang lain gara-gara belajar mulu. Dia juga gasuka kalau ada murid yang ngalahin nilai dia. Tapi dia juga punya sisi yang baik. Dia punya mimpi yang tinggi maka dari itu dia hanya selalu tertarik sama pelajaran. Nah, dia ini sekolah di SMA Syoyo.

       
Mizutani Shizuku            

Shizuku duduk tepat di sebelah anak bernama Yoshida-Haru. Yoshida Haru atau Haru adalah tokoh utama cowok yang ceritanya jarang masuk sekolah gara-gara dia suka berantem sampai-sampai lawannya jadi babak belur dan akhirnya di skorsing. Sebenernya dia ga salah, dia cuma ga bisa liat ada kakak senior yang suka ngebully apalagi menghajar siswa yang lemah. Alhasil dia suka terbawa suasana dan menghajar para preman-preman sekolahan. Haru pun kena sanksi dan hampir dikeluarkan dari sekolah. Haru punya sisi baik lainnya juga, tapi karena dia udah terlanjur dipandang sebelah mata, maka dari itu dia ngerasa ga ada orang yang memahami dia dan menyebabkan dia memiliki sedikit teman. Padahal kalau soal kemampuan dalam pelajaran, dia termasuk anak yang pinter. Tapi ga banyak orang yang tahu kalau sebenernya dia anak yang cerdas.

Yoshida Haru

Sampai suatu ketika, saat Shizuku sedang belajar di kelas, guru perempuannya menghampiri dia. Gurunya itu meminta Shizuku untuk mengantarkan suatu berkas buat Yoshida Haru. Akhirnya Shizuku sampai pada sebuah toko tempat Haru sering menghabiskan waktu. Saat Shizuku sedang bertanya kepada pemilik toko yang merupakan sepupu Haru, Shizuku terkejut melihat sosok Haru yang marah-marah dan menghajar lawan main gamenya karena tokoh game yang sedang ia mainkan bernama Marco mati *lol* Lalu, Shizuku pun buru-buru menitipkan berkas ntuk Haru kepada si sepupu Haru sekaligus pemilik toko. Shizuku pun bergegas pergi. Di perjalanan, Shizuku kembali dikejutkan oleh sosok Haru yang tiba-tiba menerkamnya sehingga mereka sampai alias jatuh pada rumput-rumput hijau sebuah taman. Haru mengira kalau Shizuku adalah mata-mata sekolah yang sedang menyelidikinya. Setelah berbincang-bincang, munculah sikap aneh dari Haru yang tiba-tiba dari yang seram menjadi kegirangan seperti anak kecil. Dia senang kalau Shizuku bukanlah mata-mata, tetapi seorang teman yang ibaratnya kalau ada teman yang tidak masuk sekolah karena sakit, maka teman lain akan datang menjenguk. *tapi ini dikunjungi buat dikasi selebaran -__-* Dan untuk ketiga kalinya di hari yang sama, Shizuku terkejut karena sosok Haru.

Keesokan harinya, Shizuku kembali bertemu dengan Saeko-sensei di ruang guru. Dalam pertemuan tersebut mereka berbincang-bincang membahas suatu perjanjian. Jadi perjanjiannya itu begini, karena anak hampir seatu sekolahan takut sama Haru termasuk Saeko-sensei, maka Saeko-sensei mempercayai Shizuku untuk mengantarkan berkas dari sekolah untuk Haru. Saeko-sensei juga yakin kalau dia yang mengantarkan berkas itu, Haru tidak akan mau menerimanya. Kebetulan Shizuku juga sedang membutuhkan buku referensi terbaru, maka dari itu ia mengiyakan tawaran sensei. Karena Shizuku berhasil mengantarkannya, maka sensei membelikan buku referensi terbaru untuk Shizuku. Itulah perjanjian antara Saeko-sensei dan Shizuku. Sensei pun menambahkan kalau bisa Shizuku juga harus membujuk Haru untuk kembali bersekolah, kalau tidak ia bisa dikeluarkan. Tetapi Shizuku merasa tidak yakin.

Waktu belajar telah usai. Hari hampir petang. Shizuku pun berjalan pulang. Belum lama berjalan, tiba-tiba Shizuku diterkam dari gang samping. Orang yang menerkamnya sama dengan orang sebelumnya, yaitu Haru. Kali ini Haru mengajak Shizuku ke sebuah bukit dekat dengan sungai untuk mencari seekor anjing. Shizuku pun ingat kalau dia tidak terlalu menyukai binatang. Pada masa kecilnya ketika seekor kelinci bernama Mimi yang ada di sekolahnya meninggal, semua teman-teman kelasnya sedih, kecuali Shizuku. Saat teman-temannya menangis, ia lebih memilih pulang untuk belajar.  Pada saat itu pula Shizuku dipanggil 'Es Kering'. Setelah mencari-cari, ketemulah anjing liar yang dicari Haru. Tapi melihat tingkah anjing itu melet-melet imut, anjing itu jadi ga liar sama sekali. Shizuku sampe teriak kalau anjing itu bukan anjing liar.

Petang harinya setelah dari bukit dekat sungai, Haru mengajak Shizuku ke sebuah tempat makan Burger. Disana ada beberapa teman-teman akrab Haru. Tapi mereka cuma sebentar disana. Salah satu dari mereka meminjam uang ke Haru, setelah itu mereka berlalu pergi. Saat berjanjak pergi salah satu dari mereka juga yang bernama Yamaken dengan rambut kuning diam-diam memperhatikan Shizuku.

Balik ke Haru dan Shizuku... Haru nanya ke Shizuku apakah sekolah itu menyenangkan? Shizuku pun menjawab dengan dingin. "Kalau mau tahu, sekolah saja". Hoho.. ekspresi Haru pun langsung agak gimana gitu.. Trus dia langsung curhat sama Shizuku kalau semua orang takut padanya, itu juga membuat dia takut. Tanpa dia sadari, orang-orang pada ngejauhin dia. Itulah kenapa dia ga mau sekolah. Tapi bagi dia menjadi tidak masalah ketika dia punya teman-teman yang tidak takut padanya, termasuk Shizuku dan teman-temannya tadi. Shizuku pun mengutarakan pendapatnya tentang teman-teman Haru yang tadi sempet mampir. Menurutnya, teman-teman Haru itu hanyalah memanfaatkan kekayaannya saja. *mungkin gara-gara tadi ada temen Haru yang minjem duit ke aru kali yaa* Mendengar itu, Haru pun bereaksi marah dan menyiram kepala Shizuku dengan minumannya. Haru pun berjalan keluar. Tidak lama kemudian, Shizuku membalas dengan melempar kaleng minumannya ke kepala Haru.

Hari berikutnya di sekolah, Saeko sensei memanggil Shizuku dari belakang.. Ia menanyakan apakah Shizuku sudah membujuk Haru untuk kembali ke sekolah.. Shizuku menjawab tidak.. Sensei pun merespon seadanya, dengan bilang kalau ia juga sudah menelepon Haru tapi tidak diangkat. Sensei pun berlalu pergi sambil bergumam "baiklah kali ini mungkin dia akan benar-benar dikeluarkan'.

Sepulang sekolah, Shizuku tidak langsung pulang melainkan mampir terlebih dahulu ke toko sepupunya Haru. Tapi saat itu Haru sedang tidak ada. Shizuku pun menitipkan pesan kepada sepupu Haru untuk mengatakan 'kalau Haru tidak kembali bersekolah maka dia akan dikeluarkan'. Shizuku pun berbalik badan hendak pergi, namun sepupu Haru menyetop kepergian Shizuku. Sepupu Haru menawarkan Shizuku untuk bermain tenis, karena di toko itu juga terdapat tempat bermain tenis.
Shizuku kewalahan bermain tenis. Bola yang hendak ia tembak selalu melenceng dari pukulannya. Saat bermain, Shizuku mendengar obrolan teman-teman Haru. Beberapa dari mereka terdengar nyinyir. Ada yang sebal tidak dipinjami uang lagi sama Haru. Mereka menganggap Haru tidak menyenangkan lagi. Ada juga yang membully anjing milik Haru dengan mengatakan 'padahal jelas-jelas anjing itu memiliki kalung' *tandanya bukan anjing liar, tapi Haru menganggap anjingnya sebagai aniing liar >_<* Tidak tahan mendengar hal tersebut, Shizuku pun ingin pergi. Namun pandangannya dikejutkan oleh sosok yang duduk termenung bersender di tembok dibalik tempat bermain tenis. Dialah Haru. Melihat Haru, Shizuku tetap cuek dan beranjak pergi. Karena melewati teman-teman Haru, ia pun memberanikan diri untuk memarahi teman-teman Haru yang memang terdengar tidak tulus berteman dengan Haru. Shizuku marah dengan terbata-bata agak takut. Alhasil, salah satu teman Haru yang kena marah hendak menampar Shizuku, akan tetapi layangan tangannya dicegat sama Haru. Mereka yang ada disitu pun kaget dengan kehadiran Haru.

Setelah itu, Haru pun mengantar Shizuku pulang tanpa berbicara sepatah katapun. Tapi setelah mereka sampai pada sebuah tangga, Haru pun menangis terisak-isak. Shizuku yang menyadari Haru menangis pun langsung bilang ke Haru 'tidak ada yang perlu ditangisi kan?' Haru pun menjawab dia hanya senang. Melihat wajah Haru yang tersedu-sedu, Shizuku pun ikut terharu dan memberikan pelukan semangat untuk Haru. Haru pun merasa semakin lega dengan adanya Shizuku. Dia pun bilang kalau ada Shizuku sepertinya dia bisa masuk sekolah lagi. Mendengar itu, Shizuku pun senang. Terus jantung Haru mulai berdegup kencang *tsah~ ^o^* dia ngerasa mulai suka sama Shizuku. Shizuku pun langsung kaget, grogi dan langsung menjauhi Haru. Dia merasa kalau perasaan Haru itu cma perasaan yang tersirat aja alias mungkin karena Haru ga punya temen dan baru ngerasain punya teman makanya dia luluh trus ngerasa suka sama Shizuku. Padahal itu bukan rasa suka yang sebenarnya. Tapi Haru tidak merasa seperti apa yang dikatakan Shizuku. Dia bakalan tetap suka sama Shizuku. Dalam hati Shizuku berkata 'di suatu sore yang indah di musim semi, untuk pertama kalinya aku mendapatkan pengakuan cinta dari seorang laki-laki' *sweeet bangeeet ^_^*

Sekolah hari berikutnya, akhirnya Haru mau juga masuk sekolah lagi. Di gerbang dia terbata-bata gugup *karena ngerasa asing udah lama ga masuk sekolah dan banyak yang takut sama dia kali yaa makanya dia gugup masuk sekolah* Dan waktu pun berlalu, satu bulan sudah Yoshida Haru masuk sekolah tanpa bolos. Nah sifat aneh Haru pun bermunculan. Contohnya menghajar anak-anak yang katanya malakin dia *wkwkwk ini maksudnya mungkin si Haru gabisa salah dikit langsung nge-hajar orang sampe parah bedarah-darah ckck*, trus di kelas dia nge-topless *apa coba -,-* dia juga hobby nongkrong ditas genteng sekolah *lol* dia juga ngikutin Shizuku kemana-mana sampe Shizuku ga konsen belajar :D Contohnya Haru yang merengek kepingin ngajak jalan-jalan Shizuku ke tempat refreshing atau makan, tapi Shizuku kekeh nolak karena maunya belajar terus. Di sekolah belajar, pulang sekolah pun maunya dia belajar! Ga jarang mereka berantem gara gara ini, tapi cepet baikan lagi ^^. Haru pun bilang kenapa dia pengen ngajak Shizuku jalan-jalan karena cuma Shizuku yang percaya sama dia. Shizuku pun merespon kalau Haru mau punya banyak teman, dia harus baik sama mereka mislanya kalau menatap orang jangan ditatap dengan sinis terus jangan suka menghajar orang lain *wkwkwk* Shizuku juga bilang alasan kuatnya belajar mati-matian, yaitu sebentar lagi mau UTS dan dia pengen merebut posisi pertama yang menjadi peraih nilai tertinggi di sekolahan. Waktu Shizuku berhitung nyorat-nyoret di kertas, Haru pun memperhatikan hasil hitungan Shizuku ternyata salah. Dia pun menjelaskan hitungan yang benar. *karena memang Haru itu termasuk siswa yang cerdas*. Setelah Haru ngejelasin hitungannya, Shizuku pun sadar dan terkejut kalau peraih nilai tertinggi yang ga pernah hadir saat pengumuman siswa nilai tertinggi sebelumnya ternyata Haru.

Keesokan harinya, saat Shizuku baru tiba di sekolah, Haru pun menyapa kegirangan seperti anak kecil. Akan tetapi Shizuku malah cuek dan bersikap sinis sama Haru, gara gara Haru adalah peraih nilai tertinggi. Mulai saat itu sampai UTS berakhir, Haru dia anggap sebagai musuhnya. Shizuku pun menjadi jarang di kelas. Haru pun ngamuk-ngamuk nyari Shizuku. *wkwkwk* Sampe akhirnya Haru menemukan Shizuku yang belajar di ruang kelas kakak senior, termasuk kelas teman-teman gengnya yang cuma manfaatin dia. Haru pun salah paham dan ingin menghajar teman-temannya yang dia kira mengganggu Shizuku. Maksud hati ingin mencegat tindakan Haru, Shizuku malah kena tinjuan Haru yang ga sengaja kena. Setelah semuanya di bonyoki Haru, semua pun terdiam saat Shizuku mulai berbicara. Dia bilang kalau dia sudah muak dan berteman dengan Haru hanya buang-buang waktu saja.

Hubungan Shizuku dan Haru hening. UTS telah berlalu, dan Shizuku meraih juara satu. Tapi anehnya perasaannya tidak senang. Mungkin karena sudah lama tidak berhubungan dengan Haru, Shizuku pun mengunjungi Haru, dan memperlihatkan hasil juara satunya kepada Haru. Haru pun kesal mengira Shizuku menghampirinya hanya untuk memamerkan nilainya. Sebenarnya tidak, Shizuku pun mulai mengatakan kalau ia tidak membenci Haru. Dia juga ingin berterimakasih kalau Haru pernah menyelamatkannya. Kemudian semenjak di waktu sore hari Haru menyatakan perasaanya, hati Shizuku mulai tergerak. Akhirnya hubungan keduanya pun kembali akur. Haru mulai menghargai Shizuku yang senang belajar. Ia sering menemani Shizuku belajar dimanapun itu. Dia juga selalu tenang dan sabar menunggu Shizuku belajar. Kabar Haru mulai menjinak pun tersebar di kalangan siswa-siswa lainnya. Melihat kesabaran Haru dalam menemaninya belajar, Shizuku pun mulai merasa diperhatikan oleh Haru. Hatinya pun tergerak untuk mengajak Haru pergi makan. Haru pun kegirangan. Dalam perjalanan ia selalu menyebut-nyebut kata 'monja' 'monja' 'monja' *monja adalah nama makanan Jepang yang dibuat dari adonan terigu encer dan digoreng di atas plat besi atau teppan. Isinya berupa sayuran, daging, atau makanan laut.* Episode satu pun tamaaattt ^.^




`Hen Listiya`


0 komentar:

Posting Komentar

 

Chicken Hen Template by Ipietoon Cute Blog Design